Kemaren adik ku yang baru kelas 4 SD si Evi nanya-nanya masalah mikroba. Yah, seperti biasa dia selalu ngirim sms setiap kali ada tugas sekolah yang kurang dimengerti (padahal masih ada papa mama dirumah). tiba-tiba berkat pertanyaan adik ku tercinta aku jadi pengen berbagi buat teman-teman semua, sedikit informasi tentang si mikroba itu tuh... silahkan dibaca yah, semoga bermanfaat... :)
A. Pengertian Mikroba
Jasad hidup yang
ukurannya kecil sering disebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad
renik. Jasad renik disebut sebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang
kecil, sehingga sukar dilihat dengan mata biasa, tetapi juga pengaturan
kehidupannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan jasad tingkat tinggi.
Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang ukurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran
mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel
mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop,
walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehingga dapat dilihat tanpa
alat pembesar.
B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar
Mikrobiologi
adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu cabang
ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimia.
Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi
dasar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam
mikroba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara
umum, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang
lingkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi
bermacam-macam ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi
pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang
mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya.
C. Penggolongan mikroba diantara
jasad hidup
Secara klasik
jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang
(animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke
dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini
sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena
ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mempunyai
sifat antara plantae dan animalia.
Menurut teori
evolusi, setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia.
Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh Haeckel,
Whittaker, dan Woese. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya, Haeckel
membedakan dunia
tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia), dengan protista. Protista
untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plantae dan
animalia. Protista terdiri dari algae atau ganggang, protozoa, jamur atau
fungi, dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler, sonositik, atau
multiseluler tanpa diferensiasi jaringan.
Whittaker membagi
jasad hidup menjadi tiga tingkat perkembangan, yaitu: (1) Jasad prokariotik
yaitu bakteri dan ganggang biru (Divisio Monera), (2) Jasad eukariotik
uniseluler yaitu algae sel tunggal, khamir dan protozoa (Divisio Protista), dan
(3) Jasad eukariotik multiseluler dan multinukleat yaitu Divisio Fungi, Divisio
Plantae, dan Divisio Animalia. Sedangkan Woese menggolongkan jasad hidup
terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul yang terdapat di dalam sel.
Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria, Eukaryota (Protozoa, Fungi, Tumbuhan
dan Binatang), dan Eubacteria.
D. Ciri umum mikroba
Mikroba di
alam secara umum berperanan sebagai produsen, konsumen, maupun redusen. Jasad
produsen menghasilkan bahan organik dari bahan anorganik dengan energi sinar
matahari. Mikroba yang berperanan sebagai produsen adalah algae dan bakteri
fotosintetik. Jasad konsumen menggunakan bahan organik yang dihasilkan oleh
produsen. menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi
unsur-unsur kimia (mineralisasi bahan organik), sehingga di alam terjadi siklus
unsur-unsur kimia.
Contoh mikroba redusen adalah
bakteri dan jamur (fungi).
Sel mikroba
yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Banyak
mikroba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler), sehingga semua tugas
kehidupannya dibebankan pada sel itu. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel
(multiseluler). Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas
diantara sel atau kelompok selnya, walaupun organisasi selnya belum sempurna.
Setelah ditemukan mikroskop elektron, dapat dilihat struktur halus di dalam sel
hidup, sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad,
yaitu:
1. Prokariota (jasad prokariotik/
primitif), yaitu jasad yang perkembangan selnya belum sempurna.
2. Eukariota (jasad eukariotik),
yaitu jasad yang perkembangan selnya telah sempurna.
Selain yang
bersifat seluler, ada mikroba yang bersifat nonseluler, yaitu virus. Virus
adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil atau
submikroskopik. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Struktur
virus terutama terdiri dari bahan genetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak
dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa menggunakan
jasad hidup lain.
Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid, yaitu bahan genetik RNA yang
bersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. Viroid membawa sifat
genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang. Jasad yang
lebih sederhana dari virus adalah prion, yang terdiri suatu molekul protein
yang infeksius. Adanya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi,
sebab prion menyimpan sifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida, bukan di
dalam RNA atau DNA. Prion dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan
mekanisme yang belum diketahui dengan jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar